Orang yang memiliki kesempatan untuk membaca adlh orang yang bahagia. karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia, dan bisa melipat waktu dan tempat. So....... met membaca di blog_Q ini yach...... Moga banyak ibrah yg didpt!!!! amien...3x

Cerpen

SeMua itu ada Hikmahnya

Sobat, aku punya kisah yang Insya Allah dibalik kisah ini qita bisa dapat hikmah yg bisa diambil. Yuk... simak ceritanya.....

Ada seorang tua bijak. suatu pagi ia kedatangan anak muda. langkahnya gontai, rona mukanya ruwet seolah2 punya segudang masalah & dirundung masalah. setelah bertemu dg pak tua tadi, anak muda itu menumpahkan semua masalahnya. pak tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. setelah tamunya tuntas bercerita, tiba-tiba pak tua itu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, kemudian diaduknya perlahan.

"Minum dan katakan bagaimana rasanya!!" kata Pak tua itu singkat.

"Puih......!!!! Sang tamu meludah ke samping!!

Dia pun Berkata " Asin sekali, Tenggorokannku seperti tercekik ".

Pak Tua tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ketepian telaga di dalam hutan tak jauh dari tempat

tinggalnya. Pak tua itu menaburkan segenggam garam lagi ke dalam telaga, dengan sepotong kayu

diaduknya telaga itu.

"Ambil air dari telaga ini dan Minumlah !!!" Setelah si pemuda selesai meneguk air itu Pak Tua

Bertanya:

"Bagaimana rasanya??"

" Segar " Jawab si pemuda itu Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?????

"Tidak!!!"

Pak Tua tersenyum bijak, Ia tepuk Punggung si pemuda dengan lembut. Dibimbingnya anak muda itu

duduk bersimpuh di sisi telaga.

" Anak Muda, Dengarlah. Ppahitnya Kehidupan adalah layaknya segenggam garam. Tak Lebih dan tak

Kurang . Jumlah dan rasa pahitnya sama, dan memang akan tetap sama" Tutur Pak Tua "Tapi........, Kepahitan yang kita rasakan akan sanggup tergantung di wadah yang kita miliki.

Kepahitan itu akan terasakan tergantung pada hati kita. jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan, Lapangkanlah dadamu

menerima semuanya. Luaskanlah Hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. " Pak Tua itu menatap si Pemuda dengan lembut.

" Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah Tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu

menampung segalany. Jadi....... jangan jadikan hatimu seperti gelas. buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Setelah itu keduanya beranjak pulang . hari ini si pemuda itu akhirnya sadar jika selalu mengeluh dan membuat hati sesempit gelas tidak akan ada artinya.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut dan bisa dijadikan motivasi untuk

menghadapi kehidupan ini. Amien........

0 komentar:

Posting Komentar